Anggota DPR Desak BOPI Dievaluasi

Sejumlah pemain dan official tim Arema Cronus berfoto saat peluncuran tim tersebut di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu (15/2)InfoBola – Anggota Komisi X DPR, Zulfadli, meminta kepada pemerintah agar Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dievaluasi. Menurutnya, BOPI saat ini dianggap banyak kalangan sebagai lembaga yang suka cari masalah.

Di saat sebagian masyarakat Indonesia tengah menantikan klub-klub terbaik QNB League – dulu Indonesia Super League (ISL) – bisa berlaga musim ini, lembaga yang dipimpin M. Noor Amman justru melarang dua tim agar tak berkompetisi.

BOPI melarang Arema Cronus dan Persebaya Surabaya ikut kompetisi, karena belum lolos verifikasi dari aspek legalitas klub. BOPI berdalih melarang kedua tim karena tak memenuhi statuta yang ditetapkan FIFA, AFC, maupun Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN).

Hal itu yang membuat politikus dari partai Golongan Karya tersebut berharap BOPI bisa dievaluasi, karena seharusnya mereka punya standar sendiri, bukannya mengikuti peraturan yang ditetapkan FIFA, AFC maupun UU SKN.

“BOPI saat ini dianggap sebagai lembaga yang suka cari masalah. Saya berharap BOPI bisa dievaluasi, karena yang saya tahu anggota mereka bukan dari kalangan olahraga,” jelas Zulfadli di rapat dengar pendapat bersama Menpora di gedung Nusantara Satu, Senin (6/4/2015).

“Selain itu, seharusnya mereka memiliki standar yang jelas atau memiliki aturan mandiri saat memverifikasi klub-klub,” urainya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*