Ayah Ancam Bunuh dan Sebar Foto Telanjang Putrinya

Peristiwa  – Berdalih istri tengah hamil tua, Darmawan alias Wawan (40) melampiaskan nafsunya pada putrinya, DE (18). Ketagihan, dia minta tambuh dan mengancam bunuh serta sebarkan foto telanjang jika menolak.

Namun kemarin (1/4) aksi bejatnya terkuak. Terbongkarnya aksi pria bertato tersebut, setelah Wati (40), ibu kandung DE, membaca SMS Wawan di hp anaknya itu. Isinya, Wawan mengajak DE kembali melakukan hubungan intim layaknya suami istri.
Sontak dia kaget membaca pesan itu. Dia memanggil anaknya. Awalnya, DE enggan membeber kelakuan ayah tirinya itu. Setelah didesak, DE akhirnya bercerita. “Ketahuannya dari sms pak. Jadi, saya baca sms di handphone anak saya, ternyata bapaknya bilang rindu,” ucap D kepada polisi di Polresta Medan.
Sebelumnya, Wawan diserahkan warga ke Polsek Percut Seituan. Itupun setelah Wati menghajarnya pakai balok. Ya, sepulangnya narik betor, Wawan disambut istri yang dinikahinya setahun lalu, dan sedang hamil 6 bulan.
“Udah makan Mas? Kok capek kali nampaknya,” ujar Wati, mengulang percakapannya dengan Wawan. Dia memang sengaja tak langsung marah dan mencak, meski sudah tahu aksi bejat suami keduanya itu. Dia juga masih melayani Wawan, dengan menyiapkan makan meski hanya berlauk tahu sambal.
Selesai makan, Wawan mandi dan siap siap untuk pergi lagi narik betor. Disitulah Wati beraksi. Saat akan melangkah ke luar rumah, Wati dengan wajah serius bertanya. “Semalam kemana Mas bawa DE berobat? Kok kata DE sampai Padangbulan?” tanya Wati serius.
Diakui Wati, sontak mimik wajah Wawan berubah. Pucat walau kulitnya hitam. Bahkan dengan tangan gemetar, Wawan coba menyakinkan sang istri kalau dia hanya membawa anak tirinya itu berobat. “Sumpah demi Tuhan Ma, aku cuma ajak dia berobat aja. Ini Alquran, aku berani sumpah,” ujar Wati, mengulang jawaban Wawan.
Kesal, Wati ke dapur dan mengambil balok panjang. Dia langsung memukulkannya ke kepala Wawan sambil memakinya tak karuan. Kontan amuk Wati membuat tetangga berdatangan, apalagi mendengar kalau DE diperkosa. Warga geram dan ikut menghajar Wawan hingga babak belur dan nyaris dibakar.
Walau sudah minta ampun, Wawan tetap dihakimi. Bahkan, tubuhnya sudh disiram bensin. Namun pembakaran tak sempat terjadi. Sebab Kanit Binmas Polsek Percut Seituan, AKP Paulita SH yang mendapat laporan anggotanya, segera turun ke lokasi. Dia dan anggotanya melerai warga yang hendak membakar Wawan, yang sudah dibasahi bensin.
Wawan digiring ke Polsek Percut Seituan. “TKP pemerkosaan tersebut di Jalan Jamin Ginting, tepatnya di Hotel Katana. Makanya kita bawa ke Polresta Medan,” ujar Kapolsek Percut Seituan, Kompol Ronald Sipayung.
Dengan kondisi bersimbah darah dan bau bensin, Wawan mengaku sudah dua kali memperkosa anak tirinya tersebut. Dalihnya, nafsu yang meledak-ledak saat melihat anaknya tidur. Ditambah istri sedang hamil 6 bulan. “Aku gak tahan lagi Pak. Awalnya aku menyesal kali, tapi karena terlanjur mau cemana lagi,” ucap Wawan lagi.
Sementara itu, Wati berjalan sambil memegangi perutnya di Polsek Percut Seituan. Wati menangis. Bukan karena melihat suaminya berdarah-darah. “Tega kau ya Mas, gak nyangka aku,” isaknya.
Tak lama, Wawan dikirim ke Polresta Medan. Wati dan DE juga ikut. “Sudah tiga kali pak anak saya ‘digitukannya’, tapi enggak di rumah. Dia bawa anak saya keluar (di salah satu hotel kawasan Padang Bulan),” jelas Wati di Polresta Medan.
Sambungnya, tiap Wawan menggauli DE, selalu diakhiri iming-iming pekerjaan dan ancaman bunuh. “Dibujuknya dan dijanjikan pekerjaan, tapi harus menuruti dulu kemauannya. Sempat juga diancam mau dibunuh, makanya diturutinya,” ungkap pembantu rumah tangga ini.
Dia berharap polisi dapat memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku. “Enggak habis pikir saya, anak sendiri digitukannya. Biadab! Hukum aja seumur hidup kalau perlu,” ujar wanita yang tengah hamil tua ini.
Sementara itu, pelaku Darwan mengaku dirinya terpaksa menggagahi anak tirinya karena tak bisa menahan birahi lantaran istrinya sedang hamil
tua. “Khilaf aku bang, istriku lagi hamil tua. Enggak taulah bang, menyesal aku,” dalih pria yang tubuhnya dipenuhi tato ini.
Lebih lanjut, Wawan menyebutkan, aksi pertama kali menggagahi DE tersebut terjadi di pertengahan bulan Maret 2015 silam. “Pertengahan bulan 3 kemarin. Saya ajak dia jalan-jalan. Terus saya masukkan ke hotel. Di situ saya paksa dia,” tungkasnya yang selanjutnya
digiring petugas ke balik jeruji besi Polresta Medan.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Wahyu Bram mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. “Pelaku sudah diamankan dan diserahkan keluarga korban. Saat ini masih kita mintai keterangannya untuk mendalami motifnya,” kata Bram.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*