Cara Wenger Supaya Tidak Cepat Marah-Marah

Newcastle United v Arsenal - Barclays Premier League

Info Bola – Arsene Wenger mengakui, terkadang ia tergoda untuk berteriak dan memarahi anak asuhnya apabila tampil mengecewakan. Akan tetapi, pelatih Arsenal itu berusaha keras untuk tak melakukan hal tersebut.

Menurutnya, teriakan hanya akan memperkeruh keadaan dan tak jarang merusak moral para pemain. Diungkapkan pelatih asal Prancis itu, ia lebih memilih untuk pergi ke suatu tempat guna menetralisir keadaan emosinya.

“Saya tidak suka berteriak setelah pertandingan, sebab dapat sangat merusak moral pemain. Memang benar, terkadang hal tersebut menarik untuk dilakukan,” tegas Wenger dalam situs resmi Arsenal, Selasa (24/3/2015).

“Tetapi saya memilih untuk pergi ke tempat lain usai pertandingan, sehingga sepanjang waktu saya sangat berusaha untuk menguasai diri karena wajah saya merah dan memikirkannya dalam hati jika dampak negatifnya begitu besar dan jangan sampai saya kehilangan kendali,” sambungnya.

Meriam London sendiri saat ini tengah berada dalam bentuk positif menyusul lima kemenangan beruntun di seluruh kompetisi musim ini. Terakhir, Newcastle United yang menjadi korban setelah takluk 1-2 di laga lanjutan Premier League pekan ke-30, akhir pekan lalu.

“Kadangkala Anda dapat berbicara langsung kepada pemain ‘gol itu terjadi karena kesalahan Anda’. Kemudian Anda butuh waktu dan dapat menyadai bahwa itu bukan sepenuhnya kesalahan pemain tersebut,” sambungnya.

“Sebagai pelatih, Anda harus bisa meminta maaf kepada pemain. Lebih baik bila Anda mengatakan sesuatu dengan sepenuh hati,” tuntas mantan pelatih AS Monaco berusia 65 tahun itu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*