“Pengusaha Bukan Orang Bodoh, ‘Ngapain’ Bayar Sanusi Sendirian?”

“Pengusaha Bukan Orang Bodoh, ‘Ngapain’ Bayar Sanusi Sendirian?”

 tangkas uang asli, Bola Tangkas Online, Agen Tangkas Online, Tangkas Online Terpercaya, Tangkasnet android, bandar sabung ayam, sabung ayam online, agen sabung ayam, sabung ayam pisau, agen s128, sabung ayam indonesia, sabung ayam terpercaya

Sabungayam303.com – Direktur Komite Pemantau Legislatif  Syamsuddin Alimsyah mengungkapkan, anggota DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi tak bisa saja main sendirian kepada kasus dugaan suap pembahasan dua raperda reklamasi Teluk Jakarta. Apalagi lagi, kata Syamsuddin, Sanusi cuma sbg anggota Tubuh Legislasi Daerah (Balegda) DPRD DKI Jakarta.

“Sanusi tak bisa saja main sendirian. Prosedur pembahasan raperda ini kan ada di Balegda & anggotanya ada 21 orang, pun mesti dipahami tahapan-tahapan pembahasan ini yg boleh menjadi seluruhnya tak free,” kata Syamsuddin terhadap Sabungayam33.com – , Selasa (19/4/2016).

Syamsuddin bahkan menengarai Sanusi cuma bertindak juga sebagai perantara antara pebisnis & DPRD DKI Jakarta. Ia mengemukakan, anggota Balegda berperan dalam merumuskan perda.
Anggota Balegda yaitu perwakilan dari tiap fraksi di DPRD DKI Jakarta. Bersama begitu, lanjut ia, kebijakan di Balegda pun bakal dikonsultasikan di fraksi, demikian juga sebaliknya.

“Pengusaha bukan orang bodoh. Ngapain saya bayar Sanusi sendirian, toh serta dirinya cuma anggota dalam Baleg, seberapa gede pengaruhnya,” kata Syamsuddin. Syamsuddin menjelaskan, pembahasan dua raperda reklamasi Teluk Jakarta telah tersandera selagi satu thn lamanya. Beliau mengungkapkan, pembahasan raperda reklamasi Teluk Jakarta ini masuk ke dalam Acara Legislasi Daerah (prolegda) 2015.

 

 tangkas uang asli, Bola Tangkas Online, Agen Tangkas Online, Tangkas Online Terpercaya, Tangkasnet android, bandar sabung ayam, sabung ayam online, agen sabung ayam, sabung ayam pisau, agen s128, sabung ayam indonesia, sabung ayam terpercaya

kepada(2/3/2015), Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok resmi bersurat meminta pembahasan raperda reklamasi Teluk Jakarta. Selanjutnya terhadap (23/4/2015), Ahok mengatakan raperda itu terhadap paripurna. Sesudah itu, kata beliau, paripurna penyampaian pandangan fraksi baru terlaksana kepada Nopember 2015.

“Saya curiga ini ada motif lain di balik pembahasan raperda. Lantaran konsep paripurna, penetapan senantiasa tidak berhasil,” kata Syamsuddin. Kuasa hukum Sanusi, Irsan Gusfrianto, pada awal mulanya mengemukakan, bos Gede Sedayu Grup, Sugianto Kusuma alias Aguan, sempat berjumpa bersama pimpinan DPRD DKI Jakarta.

Jumpa bersama Aguan dihadiri oleh Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik, anggota Balegda Muhammad (Ongen) Sangaji, & Ketua Panitia Husus Reklamasi Selamat Nurdin. Beliau pun menyebutkan Sanusi turut hadir ketika pimpinan DPRD DKI berjumpa dgn Aguan.

Sanusi terkena operasi tangkap tangan yg dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi. kini, Sanusi sudah ditetapkan jadi pelaku bersama dugaan menerima suap dari pengembang Gede Podomoro Land terkait pembahasan raperda reklamasi Teluk Jakarta.

Komisi Pemberantasan Korupsi serta menetapkan bos Besar Podomoro Land, Ariesman Widjaja, yang merupakan pelaku. Buat kebutuhan penyidikan terkait kasus tersebut, Aguan & Sunny Tanuwidjaja, dicegah ke luar negara. Sunny ialah salah satu orang staf Ahok.

***** PARTNER *****

1.aduayam303.com
2.arenabola303.com
3.indocasino303.com
4.indotangkas303.com
5.indotogel303.com
6.masterbola303.com
7.sabungayam303.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*